26 November, 2009

//ROOM 318

Selamat tidur, mimpi yang indah. Kalau kamu engga bisa tidur jangan ragu untuk menghubungiku.
Aku pikir aku pasti akan tidur nyenyak, apalagi menyadari kalau kamu begitu peduli.
Jangan ragu….
Aku menunggu walaupun aku akan sangat nyenyak dan tak sanggup untuk menghubungimu karena kantukku
Jangan ragu, aku pasti bisa membuka pintumu walau kau sudah terlelap
Then..wake me up, agar aku bisa memeluk, memandangmu sampai puas dan berharap tak ada esok hari
Lalu kita akan minum wine sambil memandangi kota Praha dimalam hari dari atas beranda Phoenix.
Lalu kita akan bicara banyak hal seperti pekerjaan, Michael frank hingga Rondo Alla Turca.
Antonio’s Song dan Rondo Alla Turca…be part of my life, please?
I’d like tapi suatu saat kamu pasti akan terbangun dan menyadari bahwa cerita kita hanya jadi bagian dari mimpi, hanya akan ada di dunia mimpi, tidak akan betul-betul terwujud. Lalu aku akan mendengarkannya sendiri, aku hanya akan ditemani wine lagi.
Dua tahun aku menunggu untuk mengatakannya, dear..
Then why? Two years ago you just silent and talking about another topic..
Dua tahun yang lalu aku masih ragu dan berusaha untuk meyakini diri bahwa aku memang ingin menjadi bagian darimu. Tidak betul-betul dalam kehidupan normal. Tapi sekarang berbeda, mata ketiga mengatakan padaku bahwa kehidupan tidak normal tidak perlu menjadi peperangan. “Nikmati dan nyatakan dengan hatimu..” ujarnya.
Tetap saja menjadi peperangan.
Kita tidak perlu banyak bicara, aku tidak akan banyak bicara.
Chicken noodles atau fried pork crispy?
Tidak perlu banyak bicara !

Lalu kami saling mendekatkan diri, saling memandang dan lebih mendekat, 10 cm menjadi 5 cm kemudian 1 cm lalu tanpa jarak lagi. Akan menuju kemana perjalanan peperangan kami?

I’m yours, so lock the door and open the cork
White or the red one?
White, please.

Dia tidak betul-betul membuka penutup gabusnya, dia bahkan tidak betul-betul mengetuk pintuku atau memasuki room 318………



12:06, Central Phoenix-311009.

Tidak ada komentar: